Manusia Bukan Satu Aku - Yusdi Lastutiyanto

Memori, Bagian Diri, dan Seni Memimpin Diri Sendiri

Buku ini mengajak Anda untuk memahami bahwa manusia bukan satu kesatuan yang utuh dan konsisten, melainkan sistem psikologis yang kompleks dengan berbagai bagian diri yang masing-masing memiliki cara melindungi yang berbeda.

Dari Pengantar Buku

"Keutuhan tidak lahir dari penyeragaman, melainkan dari kemampuan mengakui kompleksitas tanpa kehilangan arah."

Layered circles

Memahami Kompleksitas Diri

Manusia bukan entitas tunggal. Kami adalah sistem psikologis yang kompleks dengan berbagai bagian diri yang masing-masing memiliki sejarah dan cara melindungi yang berbeda.

Peran Memori dalam Kepribadian

Memori tidak hanya menyimpan cerita, tetapi juga membentuk cara kita merespons dunia. Luka lama terus mempengaruhi pilihan kita hari ini.

Kedewasaan Psikologis Sejati

Kedewasaan bukan tentang menghilangkan luka atau menjadi versi 'terbaik' diri kita. Ia tentang kemampuan memimpin diri dengan kesadaran penuh.

Struktur Buku

Buku ini disusun dalam 5 bagian dengan 15 bab yang membimbing Anda dari pemahaman konsep dasar hingga penerapan kedewasaan psikologis.

BAGIAN I
Mematahkan Ilusi Diri Tunggal
BAGIAN II
Memori Sebagai Akar Kepribadian
BAGIAN III
Bagian Diri & Ego State
BAGIAN IV
Rekonsiliasi & Makna Baru
BAGIAN V
Keutuhan & Kedewasaan
Yusdi Lastutiyanto

Tentang Penulis

Yusdi Lastutiyanto

Yusdi Lastutiyanto adalah seorang pemikir dan penulis yang berfokus pada psikologi populer dan pengembangan pemahaman diri. Melalui pengalaman bertahun-tahun dalam eksplorasi psikologis, ia telah mengembangkan pemahaman mendalam tentang kompleksitas diri manusia.

Publikasi

Manusia Bukan Satu Aku

Hynopreneur Indonesia, 2026

Editor: Irfa Rafiatuz Zukhrufin

Desain Cover: M. Zenu Shobiri

Penata Letak: Enbookdesign

Siap Memahami Diri dengan Lebih Mendalam?

Buku ini dirancang untuk mereka yang ingin menjalani hidup dengan kesadaran yang lebih utuh—bukan dengan menjadi satu suara yang seragam, tetapi dengan kemampuan menampung kompleksitas batin tanpa kehilangan arah.

Scroll to Top
Skip to content